Dunia IT sedang berkabung. Semuanya terjadi di bulan Oktober. Saya menambah list dari post sebelumnya:
1. Steve Jobs (RIP: 5 Oktober 2011) – Saya ngetik blog ini pakai Mac OS X, salah satu produk Mr. Jobs.
2. Dennis Ritchie (RIP: 12 Oktober 2011) – Bahasa pemrograman C & UNIX OS (root dari MAC OS) adalah hasil karya beliau.
3. Arrianto Mukti Wibowo (RIP: 20 Oktober 2011) – Dosen saya, mata kuliah Metodologi Penelitian di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, tempat saya kuliah… Selamat jalan Pak. Doa saya menyertai.
4. John McCarthy (RIP: 24 Oktober 2011) – LISP computer language, AI Researcher.
Berduka Nyaris 4 Minggu Beruntun
October 25, 2011
Uncategorized life Leave a comment
Berduka 3 Minggu Beruntun
October 20, 2011
Uncategorized life Leave a comment
Sebagai orang IT, sudah selayaknya saya berduka atas kepergian ketiga orang ini selama tiga minggu berturut-turut:
1. Steve Jobs (RIP: 5 Oktober 2011) – Saya ngetik blog ini pakai Mac OS X, salah satu produk Mr. Jobs.
2. Dennis Ritchie (RIP: 12 Oktober 2011) – Bahasa pemrograman C & UNIX OS (root dari MAC OS) adalah hasil karya beliau.
3. Arrianto Mukti Wibowo (RIP: 20 Oktober 2011) – Dosen saya, mata kuliah Metodologi Penelitian di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, tempat saya kuliah… Selamat jalan Pak. Doa saya menyertai.
Big Tohoku Earthquake 2011, A Month After
April 11, 2011
Uncategorized Leave a comment
For most of the people who live in the east area of Japan, March 11th is a day that we never forget. We felt how strong the quake was.
I am sure almost all of us can recall what we’re doing as the great earthquake struck.
March 11th is a Friday that I never forget. I was in Oookayama campus, I swam, I finished. After swimming, my mom’s calling me. We talked about my upcoming graduation on March 28th, about life, and my next step. We kept talking as I sat down in cafeteria for the sake of convenience chat.
Around 14:40 JST, still talking, I felt a shake. It’s normal in Japan. I told my mom an earthquake’s happening and she told me to leave the building. Quickly, I went out of the cafeteria despite no one moved. Heading toward the evacuation area, I saw around one or two bikes fell down – it is not normal, suddenly I knew this earthquake was different and I ran to the open space.
The shakes were getting stronger, even I saw a woman fell down in the evacuation area - it is strange, I wished it hadn’t got stronger. In front of me the West 9 building’s moving back and forth in a way I’ve never seen before – please stop!!! This time I was really scared there would be victims.
It was the greatest earthquake recorded in Japan’s history. Since then, the days ahead are tough and we are still recovering.
Pray for Japan.
Here are some pictures of Oookayama Campus, Tokyo Institute of Technology, just after the earthquake.
Chinese New Year & Valentine’s Day (again..)
February 2, 2011
Uncategorized 2 Comments
Tahun kemarin saya pernah nulis tentang imlek & valentine 2010 yang berbarengan.
Tahun 2011 ini, lagi-lagi imlek & valentine 2011 jadi hari yang spesial buat saya. Kalau tahun kemarin makan habis-habisan di Chinatown, tahun ini sensenya beda, karena:
Imlek 3 Feb 2011: saya sidang master thesis defense.
Valentine 14 Feb 2011: saya presentasi poster tentang master thesis saya.
Di Jepang, tahun baru kalender lunar tidak dirayakan lagi (info terkait: calendar reform in Japan).
So… wish me luck.
The 2nd greenest supercomputer in the world
November 30, 2010
Uncategorized Leave a comment
Mengutip dari www.green500.org bulan November
“The greenest production supercomputer in the world is the GPU-accelerated TSUBAME 2.0 supercomputer at 958 MFLOPS/watt.” List of Nov. 2010 Green500
Tsubame adalah supercomputer Tokyo Institute of Technology (TiTech). TiTech students bisa memanfaatkan fasilitas ini buat keperluan komputasi, sementara outside collaborators & private sector bisa memakai secara komersial.
Kebetulan momennya pas sekali, beberapa pekan lalu teman-teman Persatuan Pelajar Indonesia Tokyo Institute of Technology sedang hangat-hangatnya membahas penggunaan Tsubame di milis. Saat ini sedang digodok acara diskusi antara mahasiswa Tokyo-Tech Indonesia dg Professor Takayuki Aoki, GSIC Deputy Director of GSIC-Research Laboratory for Nuclear Reactors termasuk pelatihan penggunaan Tsubame.
Tokyo Game Show 2010
November 15, 2010
Uncategorized game, Japan, life, Technology Fun 6 Comments
Setelah tertunda lama, akhirnya penulis menyempatkan diri menulis pengalaman pribadi penulis ke Tokyo Game Show 2010, 16-19 September 2010, di Makuhari Messe, Chiba. 2 Hari pertama dikhususkan untuk jurnalis, hanya 2 hari terakhir dibuka untuk umum. Penulis datang tanggal 19 September bareng Lyta, Teddy, & Budiman. Siangnya, ketemu dg Willy the Blogger, sempat cobain game bareng. Ulasan dari dia ttg TGS 2010 bisa dibaca di sini.
Sesuai prediksi, memang terlalu banyak pengunjung yang datang bahkan mereka sudah antri sebelum jam buka TGS. Jadi bisa dibayangkan, kondisi di dalam Hall pameran yg bakal berdesak-desakan & antri mencoba demo game.
Waktu itu ada clash of titans antara 2 perusahaan game console: XBOX 360 dg Kinect controller & PS 3 dg PlaystationMove. Keduanya menggunakan motion controller.
Penulis berhasil mencoba PlayStationMove setelah antri hampir 1 jam dg tiket antrian.
Game yg dicoba berjudul Heroes on the Move. Bagaimana ya… setelah mencoba, kok jadi ga kepengen main PS3 pakai PlayStation Move. Mungkin karena motion sensornya belum terkalibrasi sempurna, jadi agak susah mengendalikannya.
Begitu selesai test drive Playstation Move, sayang antrian Kinect XBOX 360 terlalu panjang, hingga ditutup sementara. Tapi lumayan deskriptif demo-demo yg dilakukan sales promotion girlnya (perhatikan posisi jarum jam dg kedua tangan sales promotion girl di foto berikut).
Disamping bisa cobain demo dari game-game terbaru, TGS cocok buat foto-foto. Ada banyak cosplayer & mereka bersedia difoto maupun diajak foto bareng.
So… 19 September, hari yang menyenangkan. Besar harapan penulis akan lahirnya game-game inovatif dari ajang ini.
@Changi airport, oleh2-ku dibuang
September 20, 2010
Uncategorized 3 Comments
Sebetulnya ini kejadian lama, 20 Agustus kemarin sewaktu mau meninggalkan Changi menuju Soekarno-Hatta. Oleh2 saya berupa gantungan kunci shuriken (bintang ninja) terbuat dari logam terpaksa diserahkan ke kepolisian Singapura. Salah saya jg, shurikennya ga dimasukkan ke koper bagasi. Lenyaplah oleh2 yg dulu dibeli di Kyoto.
Bentuknya kurang lebih seperti ini

Ini dia surat serah terimanya
Yg menggelitik saya justru akhir2 ini ada hoax shuriken Steve Jobs juga diambil petugas di bandara Kansai. Lucunya hoax tsb juga menyebutkan kalo si CEO Apple tsb abis liburan ke Kyoto. Kebetulan yang aneh meski itu cuma hoax.
Terakhir, pak polisinya ngasih tahu, kalau sebetulnya shuriken (termasuk variannya, seperti gantungan kunci shuriken logam punya saya) benda terlarang di Singapura. Jadi saya sebetulnya cukup beruntung baru ketahuannya di bandara. Andai ketahuan di tengah kota Singapura, bisa berurusan dg polisi. 2 jam setelah itu saya sudah tiba di Jakarta.
Hal-Hal yg bakal dikangenin dari Jepang
August 17, 2010
Uncategorized 4 Comments
Tinggal 2 jam tersisa sebelum berangkat menuju Narita.
Lagi berpikir, kira2 hal2 apa aja yg bakal dikangenin selama di Jakarta ya…
Setelah dipikir-pikir, ini dia list-nya:
1. Teknologi toilet
2. Internet! Internet!!! (loadingnya ga terasa)
3. Sistem transportasi yg on time
4. Udara perkotaan yg bersih
5. Kebiasaan meninggalkan laptop, HP, & dompet dimeja kantin/lab (kebiasaan yg buruk, untungnya ga pernah kehilangan)
Untungnya tanggal 14 Sept saya udah balik lg ke Jepun, mesti siapin presentasi tengah semester. So… sayonara, mata ne..
————–
Buat mengimbangi, saya tulis jg hal2 yg saya sukai dr Jakarta:
1. Rumah yg lega (bandingin ama apartemen di Tokyo)
2. Makanan pedas
3. Harga makanannya menyenangkan
Pulang di Hari Kemerdekaan
August 16, 2010
Uncategorized Indonesia, jepang, pesawat, tiket 2 Comments
17 Agustus 2010 besok bakal jadi 17an yg berbeda buat saya. Selama 20 kali perayaan sebelumnya, biasanya entah nonton upacara di TV atau ikutan upacara di sekolah pakai seragam putih-putih.
Kali ini mesti packing, terus berangkat ke Narita airport menuju Singapura (tiba dini hari). Memang sengaja menuju Singapura, karena ini salah satu rute menuju Jakarta yg harganya paling reasonable di musim panas.
Tokyo-Singapura: United Airlines 39,880 JPY
Singapura-Jakarta: Jetstar sekitar 10.000 JPY (lupa persisnya)
Jadi total harga kurang dari 50.000 Yen. Ini tiket PP loh. Saya beruntung bisa dapat harga segini, soalnya dulu belinya agak mepet2 jg, sekitar 1 bulan sebelumnya.
Saya ga sendirian, bakal ada 2 teman orang Indonesia yg pulang tgl 17 Agustus jg.. 1 dosen ITS teman se-lab, 1 anak CS Tokodai.
So, semoga segalanya lancar besok.. Saya jg udah siapin to do list buat di Indonesia:
1. Reuni
2. Makan
3. Belanja
Auditing a class @Tokodai
May 16, 2010
Uncategorized life 6 Comments
Senin, 10 Mei 2010, saya ada pengalaman unik sewaktu lg auditting sebuah kelas (ambil kelas tanpa kredit – ga register via website Tokyo Tech). Hari itu adalah hari pengumpulan tugas & saya datang terlambat!!! Tugas dikumpulkan di awal kelas… Berhubung saya datang terlambat, sensei ybs jadi ‘ngeh’ dg kehadiran saya & menanyakan PR-nya (saya ga bikin PR, soalnya ga ngambil kredit).
…
Nama sensei-nya K****i Sh***da, beliau mengajar mata kuliah “Kecerdasan Buatan Tingkat Lanjut” (sengaja diterjemahkan, nama pengajarnya juga disensor , saya ga mau artikel ini bisa di googling dalam bahasa Inggris)
Oke, Lanjut!!! Sy jawab ke sensei-nya: “saya ga ambil kredit untuk mata kuliah ini, jadi saya ga buat PR”
Muka sensei tsb berubah… feeling unpleasant & dia berkata… ”Sayang sekali. Kamu ga seharusnya masuk ke kelas ini. We sell this lecture!!! Kamu tahu berapa harga kelas ini? 1 subject = 100.000 Yen!!!”
Ohhh!!!! Untuk pertama kalinya, saya baru tahu ttg ini… Terkejut juga.. Semahal ini ternyata. Alangkah beruntungnya kita-kita yg bisa kuliah sbg mahasiswa sini… Tinggal enroll saja di web tanpa hitung2 biaya yang perlu dibayar per kelasnya. Waktu itu saya sudah siap kalau seandainya harus meninggalkan kelas saat itu juga. Tapi sensei masih membuka pembicaraan…
Sensei: “Kecuali kamu adalah exchange student yg cuma menghabiskan waktu sebentar di Jepang… Atau kamu ada alasan yg benar2 bagus, kamu boleh ikut kelas ini tanpa kredit. Apa alasanmu?”
Martin: “Kredit saya sudah penuh. Makanya saya sudah ga bs register lg.” (I was telling the truth… Memang kenyataannya kredit saya sudah berlebihan)
Apa yg terjadi sesudahnya sungguh di luar dugaan…
Muka sensei-nya tiba-tiba berubah
….
Wajahnya menjadi cerah… Beliau berterima kasih, karena saya menunjukkan minat & antusias akan kuliah dia. Dia juga berkata, kalau ingin submit PR & berdiskusi seputar tugas2, dengan senang hati akan dilayani. Intinya saya boleh datang ke kelas dia.
So… Buat teman2 yg suka audit kelas, inilah pengalaman yg saya alami. Saya ga tahu bagaimana dengan kuliah di departemen-departemen lain di Tokodai.
Hal yang saya pelajari dr kejadian ini: Berkata jujur. Ternyata reaksi beliau benar-benar di luar dugaan saya.
Besok pagi mungkin saya akan datang ke kelas itu lg…













